EMPTY FRUIT BUNCHES AS PACKAGING PAPERS RAW MATERIAL

Main Article Content

Lies Indriati
Nina Elyani

Abstract

Dengan semakin terbatasnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku kertas maka penggunaan bahan baku non kayu sebagai alternatif semakin menarik perhatian. Salah satu bahan baku non kayu yang cukup potensial adalah tandan kosong kelapas awit (TKKS) yang merupakan limbah biomasa dari proses produksi CPO (Crude Palm Oil). Penelitian pembutan pulp TKKS untuk kertas telah banyak dilakukan, baik dengan proses kimia maupun proses mekanis semi-kimia. Proses pulping kimia untuk TKKS umumnya menggunakan proses basa dengan penambahan NaOH 10-20% dari berat kering serat TKKS dengan rendeman berkisar 45-50%. Kualitas pulp yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan proses mekanis semi-kimia. Kelemahan lembaran kertas tulis-cetak yang dibuat dari pulp kimia TKKS adalah masih mengandung ekstraktif yang berpotensi menimbulkan masalah pada proses pembuatan kertas di mesin kertas serta menyebabkan cacat hole (lubang halus) pada lembaran kertas yang dihasilkan. Penggunaan proses pulping mekanis semi-kimia, ditinjau dari sisi lingkungan memiliki kelebihan dikarenakan penggunaan bahan kimia yang lebih rendah, yaitu NaOH 1-5% namun dibarengi dengan penggunaan energi yang intensif untuk membantu penguraian serat secara mekanis. Kualitas kertas yang dihasilkan dari proses pulping mekanis semi-kimia ini cukup bersaing dengan pulp hasil daur ulang kotak karton bekas (OCC atau Old Corrugated Container). Serat hasil proses daur ulang OCC umumnya digunakan sebagai bahan baku kertas kemasan untuk pembuatan kotak karton gelombang (KKG). Dengan ketersediaan TKKS yang melimpah, penggunaan TKKS sebagai sumber serat dalam industri kertas kemasan merupakan salah satu alternatif potensial untuk memenuhi kebutuhan industri akan kemasan yang terbuat dari kertas / karton.

Article Details

Section
Articles